20/01/2026
๐ฅ๐๐ถ๐น๐ผ๐๐ผ๐ณ๐ถ ๐ง๐๐บ๐ฏ๐ฎ๐ธ :
๐ฅ๐ง๐๐บ๐ถ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ธ๐ฒ M๐ฏ๐ผ๐๐ฒ๐ป P๐ถ๐๐ฎ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ธ๐ฅ
๐๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฌ D๐ข๐ฑ๐ข๐ต D๐ช๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฏ๐ข๐ช:
๐๐ช๐ข๐๐ฃ๐๐๐ ๐ M๐๐ค๐ฉ๐๐ฃ P๐๐ฎ๐๐ข๐๐๐ .
Artinya Setiap Tindakan Tidak Berdiri Sendiri.
Secara Umum, Tumbak Terdiri Dari:
Mata Tombak (Wilah), Gagang Atau Tongkat (Gandar) Dan
Pangkal (Deder).
Dalam Pakem Pusaka Jawa, Bagian-Bagian Tersebut Dikenal Sebagai Wilah, cucuk Atau Pucuk, G***a, Pesi, Landheyan Atau Gandar, Selut
Atau Mendak, Serta Tunggak Atau Bongkot.
๐. ๐๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ป-๐ฏ๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ป ๐จ๐บ๐๐บ ๐ง๐ผ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ธ:
1. Mata Tombak (Bilahan / Bilah Besi / Wilah):
Bagian Ujung Yang Tajam, Biasanya Terbuat Dari Besi Atau Baja, Bisa Berbentuk Lurus, Berlekuk (Berpamor), Atau Memiliki Hiasan Ukiran.
2. Gagang/Tongkat (Gandar):
Terbuat dari kayu keras (Seperti Kayu Jati Atau Sono), Menjadi Pegangan, Dan Sering Dihias Dengan Ukiran Atau Dibalut Kain.
3. Deder (Pangkal Mata Tombak):
Istilah Deskriptif Umum Untuk Menyebut Bagian Pertemuan Antara Mata Tombak Dan Gagang.
๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ P๐ข๐ฌ๐ฆ๐ฎ P๐ถ๐ด๐ข๐ฌ๐ข ๐๐ข๐ธ๐ข, G๐ถ๐ฏ๐จ๐ด๐ช D๐ข๐ฏ P๐ฐ๐ด๐ช๐ด๐ช B๐ข๐จ๐ช๐ข๐ฏ I๐ฏ๐ช L๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ D๐ช๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ M๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช U๐ฏ๐ด๐ถ๐ณ G๐ข๐ฏ๐ซ๐ข D๐ข๐ฏ P๐ฆ๐ด๐ช.
Bagian Ini Sering Memiliki Bentuk Khusus Atau Dihias.
๐. ๐๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ป-๐ฏ๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ป ๐ง๐๐บ๐ฏ๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฎ๐ธ๐ฒ๐บ ๐ฃ๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐๐ฎ
1. Wilah
Bagian Utama Mata Tumbak Berupa Bilah Besi Atau Baja.
Wilah Merupakan Badan Tumbak Yang Ditempa Oleh Empu, Kerap Memiliki Pamor.
Secara Simbolik, Wilah Melambangkan Niyat Lan Tujuan.
2. Cucuk / Pucuk
Ujung Paling Runcing Dari Wilah.
Berfungsi Sebagai Penembus, Sekaligus Menjadi Titik Fokus Kekuatan Tumbak.
Secara Filosofis, Cucuk Melambangkan Arah Lan Ketajaman Tekad.
3. G***a
Bagian Alas Atau Cincin Di Pangkal Wilah, Sebagai Peralihan Antara Bilah Dan Pesi.
G***a Berfungsi menahan Tekanan Dan Menjaga Keseimbangan Struktur Tumbak.
Makna Simbolik: Penyangga Niyat, Keseimbangan Lahir Dan Batin.
4. Pesi
Bagian Besi Berbentuk Tangkai Yang Masuk Ke Dalam Landheyan (Gagang).
Pesi Menjadi Penghubung Utama Antara Mata Tumbak Dan Gagangnya.
Makna Filosofis: Sambungan Antara Niyat Dan Laku.
5. Landheyan / Gandar
Bagian Gagang Tumbak, Umumnya Terbuat Dari Kayu Keras Seperti Jati, sono, Atau Timoho.
Landheyan Berfungsi Sebagai Pegangan Dan Pengendali Arah Tumbak.
Secara Simbolik Melambangkan Cara Tumindak Lan Laku Urip.
6. Selut / Mendak
Cincin Logam Penguat Yang Terletak Di Antara Pesi Dan Landheyan.
Selain Sebagai Penguat Struktur, Selut Atau Mendak Sering Menjadi Unsur Hias.
Maknanya Adalah Wates, Tatanan, Lan Tata Krama.
7. Tunggak / Bongkot
Bagian Ujung Paling Bawah Dari Landheyan.
Berfungsi sebagai Penopang Dan Penyeimbang Saat Tumbak Ditegakkan Atau Disimpan.
Secara Filosofis Melambangkan Dhasar Lan Pijakan Urip.
๐๐ช๐ญ๐ข๐ฉ M๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข N๐ช๐บ๐ข๐ต, ๐ค๐ถ๐ค๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ, G๐ข๐ฏ๐ซ๐ข L๐ข๐ฏ P๐ฆ๐ด๐ช M๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข P๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ, L๐ข๐ฏ๐ฅ๐ฉ๐ฆ๐บ๐ข๐ฏ M๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข L๐ข๐ฌ๐ถ, S๐ฆ๐ญ๐ถ๐ต M๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข T๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ, L๐ข๐ฏ T๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ M๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข D๐ฉ๐ข๐ด๐ข๐ณ.
Wilah Melambangkan Niat, Cucuk Melambangkan Arah, G***a Dan Pesi Menjadi Penghubung, Landheyan Adalah Laku, Selut Adalah Tatanan, Dan Tunggak Merupakan Dasar Pijakan.
Kembali Pada Filosofi Tumbak
Tumindake Mboten Piyambak.
Yang Artinya Setiap Tindakan Tidak Berdiri Sendiri.
๐๐ข๐ฌ๐ซ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ L๐ข๐ฌ๐ถ ๐๐ข๐ธ๐ข, T๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฌ I๐ฌ๐ถ M๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข S๐ข๐ด๐ฎ๐ช๐ต๐ฐ L๐ข๐ฏ W๐ฆ๐ธ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ:
๐ฅ ๐๐ข๐ฃ๐ฆ๐ฏ T๐ถ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ T๐ข๐ฏ๐ด๐ข๐ฉ A๐ฏ๐ข S๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ L๐ข๐ฏ A๐ฌ๐ช๐ฃ๐ข๐ต๐ฆ
๐ฅ ๐๐ถ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ I๐ฌ๐ถ T๐ข๐ฏ๐ด๐ข๐ฉ O๐ฏ๐ฐ S๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ R๐ข๐ฑ๐ฆ๐ต๐ฆ M๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ L๐ช๐บ๐ข๐ฏ (๐ฎ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ด๐ข๐ฎ๐ช, ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ, ๐ญ๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ด๐ต๐ช ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ)
๐ฅ ๐๐ณ๐ข A๐ฏ๐ข T๐ถ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ K๐ข๐ฏ๐จ U๐ค๐ถ๐ญ S๐ข๐ฌ๐ข T๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ J๐ข๐ธ๐ข๐ฃ P๐ข๐ฌ๐ข๐ณ๐ต๐ช (M๐ฐ๐ณ๐ข๐ญ)
Dalam Laku Jawa, Makna Ini Mengajarkan Bahwa:
๐ฅ Setiap Tindakan Selalu Memiliki Sebab Dan Akibat.
๐ฅ Setiap Tindakan Senantiasa Memiliki keterkaitan Yang Erat Dengan Yang Lain (dengan Sesama Manusia, Alam, Dan Tuhan).
๐ฅ Tidak Ada Satu Pun Tindakan Yang Lepas Dari Tanggung Jawab Perbuatan (Moral).