12/06/2019
BERBAGAI musibah akan bermunculan menjelang hari kiamat. Bencana tidak hanya datang gempa bumi, banjir, gunung meletus dan sebagainya, namun bencana ekonomi akibat keserakahan manusia, gaya hidup hedonis yang tamak dan rakus juga menjadi pemicu ketidakseimbangan. Hingga pada akhirnya kesemrawutan ini akan mengantarkan manusia pada kehancuran.
“Benar-benar akan datang kepada manusia hidup, pada saat itu orang tidak lagi memerdulikan dari mana ia mendapatkan harta kekayaan, apakah dari jalan yang halal ataukah jalan yang haram.” (HR. Bukhari)
Dari sudut pandang sunnatullah, semua itu merupakan bentuk ujian yang Allah berikan kepada setiap manusia. Namun, dari sudut perilaku manusia, maka semua musibah itu adalah akibat tingkah laku mereka.
Semua bencana itu akan berimbas pada masalah kemanusiaan. Ekonomi merosot, persiapan makanan terancam, lahan pekerjaan menjadi sempit, sementara kebutuhan manusia terus berjalan dan melayani melonjak, baik karena faktor pertambahan penduduk dan perubahan gaya hidup manusia yang ditujukan materialistik.
Dalam kondisi seperti itu, sering kali seseorang menjadi gelap mata saat dibutuhkan mereka tidak terpenuhi. Perut yang lapar dan tuntuan hidup orang-orang yang ditanggungnya (anak dan istri), sering kali melatih mereka untuk menempuh jalan sesat yang mungkin saja berujung pada sikap menghalalkan berbagai cara.