28/08/2026
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyinggung soal uang negara dan pemberantasan korupsi. Dalam peluncuran dan groundbreaking proyek PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026), Prabowo mengatakan kemampuan pemerintah menyediakan ratusan helikopter hingga alat berat tidak terlepas dari uang negara yang berhasil diselamatkan dari korupsi dan kebocoran anggaran.
“Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang? Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu. Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan pemberantasan korupsi dan penyelewengan harus dilakukan sampai ke akar-akarnya, meski pemerintah masih mendapat kritik soal keseriusannya.
“Karena itu penyelewengan, korupsi harus kita perangi, harus kita berantas sampai ke akar-akarnya. Kita harus punya tekad itu, walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh,” tegasnya.
Prabowo juga menyoroti kinerja Danantara dan BUMN yang disebut mengalami peningkatan dalam waktu kurang dari dua tahun. Ia mengklaim pendapatan sejumlah BUMN meningkat hingga ratusan persen, sementara beberapa perusahaan negara yang sebelumnya bertahun-tahun merugi mulai mencatat keuntungan.
Menurut Prabowo, capaian tersebut tidak lepas dari kepemimpinan, kejujuran, serta pengelolaan aset negara yang lebih baik.
Intinya: uang negara jangan bocor, aset harus produktif, dan korupsi harus diberantas sampai ke akar. Tapi pertanyaannya, menurut kalian, apakah klaim soal uang hasil penyelamatan dari korupsi ini perlu dibuka datanya secara transparan ke publik? 👀