Madani Muslim Store

Madani Muslim Store Penyedia kebutuhan muslim terbaik. Harga Murah. Diskon Besar. Distributor dan Agen Fashion Muslim Muslimah

30/04/2021
Arabian VoileBahan nya sangat lembut, mudah diatur, pinggiran di laser cut 125x125 -> 80.000140x140 - > 90.000Ready warn...
02/05/2019

Arabian Voile

Bahan nya sangat lembut, mudah diatur, pinggiran di laser cut

125x125 -> 80.000
140x140 - > 90.000

Ready warna:
1. hitam
2. Abu Tua
3. Biru Dongker
4. Marun
5. Turqouise
6. Coksu
7. Peach

4 Muslimah Shalihah yang Dijamin Masuk Surga, Siapa Mereka?Pada dasarnya, ada banyak wanita inspiratif yang kisahnya bis...
02/05/2019

4 Muslimah Shalihah yang Dijamin Masuk Surga, Siapa Mereka?
Pada dasarnya, ada banyak wanita inspiratif yang kisahnya bisa kita jadikan pelajaran berharga dalam hidup. Dan wanita-wanita tersebut tak hanya ada di zaman modern atau saat ini saja. Ada banyak wanita di zaman Rasulullah atau sebelumnya yang kisahnya juga bisa kita jadikan sebagai pelajaran berharga dalam hidup. Berbicara mengenai wanita inspiratif, di dalam Islam sendiri disebutkan ada empat wanita yang sangat inspiratif. Wanita-wanita ini bahkan dikatakan sebagai wanita yang tak hanya inspiratif tetap juga dijamin masuk surga oleh Allah SWT.

Dikutip dari berbagai sumber, wanita yang dijamin akan menghuni surga adalah Ummul Mukminin. Mereka adalah ibu dari semua umat muslim di dunia. Mereka adalah Ummu Asiyah yang tak lain adalah istri Firaun, Ummu Siti Maryam yang tak lain adalah bunda Nabi Isa AS, Ummu Khadijah yang tak lain adalah istri Rasulullah SAW dan Ummu Fatimah Az Zahra yang tak lain adalah putri Rasulullah sekaligus istri dari sahabat rasul yakni Ali Bin Abi Thalib.

Hadist ini sendiri merupakan hadist shohih yang diakui kebenarannya. Lantas, apa keistimewaan keempat wanita ini sehingga mereka dikatakan sebagai wanita yang dijamin akan masuk surga? Berikut penjelasan singkatnya.

Maryam Binti Imran

Maryam binti Imran atau yang sering umat muslim kenal sebagai ibu dari Nabi Isa AS ini adalah sosok wanita yang begitu mulia. Ia adalah wanita yang selalu menjaga harga dirinya dan taat beribadah kepada Allah SWT.

Di mata Allah SWT, Maryam adalah wanita yang benar-benar suci dan mulia. Karena kemuliaan Maryam, Allah pun menganugerahkan seorang putra di kandungannya saat ia masih gadis. Secara logika, hamil tanpa adanya seorang suami atau ayah memang tidak masuk akal. Tapi, karena kekuasaan Allah maka apa yang tidak mungkin tentunya selalu bisa menjadi mungkin.

Saat hamil inilah, perjalanan hidup Maryam sangatlah tidak mudah. Banyak orang menggunjingnya. Meski begitu, ia tetap sabar dan tetap taat pada Allah SWT. Setelah kelahiran nabi Isa AS, Maryam mendidik nabi Isa dengan sangat baik dan penuh kesabaran. Maryam selalu mengajarkan kebaikan pada nabi Isa dan mengajaknya untuk selalu berdakwah di jalan Allah. Karena kemuliaan dan kesucian Maryam, Allah pun mencatatkan namanya di salah satu wanita yang dijamin akan menghuni surga jika waktu itu telah tiba.

Khadijah Binti Khawailid

Wanita kedua yang dijamin akan menghuni surga adalah Khadijah Binti Khawailid. Khadijah sendiri merupakan istri pertama Rasulullah SAW. Kjadijah p**a lah ibu dari anak-anak Rasulullah. Kenapa ia dijamin masuk surga? Dalam beberapa surat di Al-Quran disebutkan bahwa Khadijah adalah wanita yang begitu mulia dan merelakan semua hartanya di jalan dakwah. Khadijah juga seorang wanita yang taat pada sang suami dan ia mau bersama-sama berjuang di jalan Allah bersama sang suami.

Atas apa yang ia lakukan ini, ia dikatakan sebagai wanita yang dijamin surga oleh Allah. Bahkan, malaikat Jibril pernah menyampaikan salamnya kepada Rasulullah untuk Khadijah dan mengatakan bahwa surga adalah tempat untuknya. "Ya Rasulullah, Khadijah sebentar lagi akan datang membawa bejana berisi lauk, makanan atau minuman. Kalau ia sudah datang, sampaikan salam dari Allah dan dariku untuknya. Berikan kabar gembira, bahwa rumahnya kelak adalah surga." (HR Bukhari dan Muslim).

Fatimah Az Zahra Binti Rasulullah SAW

Wanita selanjutnya yang juga dijamin masuk surga adalah Fatmah Az Zahra. Fatimah merupakan putri kesayangan Rasulullah Muhammad SAW. Ia adalah seorang anak yang patut dan taat pada orang tuanya. Ia juga merupakan istri dari Ali Bin Abi Thalib yang tak lain adalah sahabat Rasulullah.

Fatimah dikenal sebagai wanita muslim yang begitu sabar, penuh keimanan, cerdas dan taat pada suami. Fatimah juga merupakan seorang wanita yang begitu mulia dan mampu menjaga cintanya dengan sangat baik untuk suaminya saja. Saking mulia dan baiknya ia, kisah cinta Fatimah bersama suami menjadi kisah cinta yang begitu mengetuk hati dan menjadi kisah cinta paling romantis bagi umat muslim.

Asiyah Istri Firaun

Wanita keempat yang dijamin akan menghuni surga adalah Asiyah. Ia adalah istri dari Firaun dan juga ibu dari Nabi Musa AS. Meski sang suami dikenal sangat kejam dan mengaku dirinya sebagai tuhan, Asiyah tetap pada pendiriannya untuk menyembah hanya kepada Allah SWT. "Ya Allah, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun juga dari segala perbuatannya." (QS At-Thamrin, 11).

Saat Firaun mengancam akan menyiksa dan membunuhnya jika ia tidak mau menyembah Firaun, Asiyah tetap teguh pada pendiriannya untuk menyembah Allah. Asiyah tetap yakin bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang patut ia sembah dan tak ada yang lain selainNya. Keteguhan Asiyah inilah yang akhirnya membuatnya tercatat sebagai wanita mukmin yang dijamin akan ditempatkan di sisi terbaikNya yakni surga.

Itulah empat wanita atau Ummul Mukminin yang dikatakan dijamin surga oleh Allah SWT. Semoga, kisah ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua agar menjadi wanita yang baik dan mulia agar suatu saat nanti kita bisa menjadi penghuni surga bersama mereka semua dan wanita-wanita mulia lainnya. Bagi yang hari ini menjalankan ibadah puasa, selamat menjalankan ibadah puasa dan tetap semangat menjalankan aktivitas hari ini.

Sumber : fimela.com

------------------------------

Madani Muslim Store
Distributor Hijab Syar'i
Telp / WA : 0857 1512 8106

5 Manfaat Jilbab Untuk KesehatanDalam Islam, memakai jilbab hukumnya wajib bagi perempuan karena termasuk bagian dari me...
01/05/2019

5 Manfaat Jilbab Untuk Kesehatan
Dalam Islam, memakai jilbab hukumnya wajib bagi perempuan karena termasuk bagian dari menutup aurat. Akan tetapi kenyatannya masih banyak muslimah yang enggan memakai jilbab karena dianggap bisa merusak penampilan dan membuatnya jadi tidak nyaman.

Padahal memakai jilbab tidak akan membuat kalian jadi terlihat jelek, justru jilbab bisa membuat kamu terlihat lebih cantik lagi karena efeknya mampu mengeluarkan kecantikan dalam jiwa kamu sampai terpancar ke wajah. Memakai jilbab juga bisa membuat hati jadi lebih tentram dan melindungi kamu dari para pria hidung belang.

Selain bermanfaat untuk jiwa, memakai jilbab juga bermanfaat untuk kesehatan. Berikut beberapa manfaat jilbab untuk kesehatan yang wajib diketahui semua wanita.

1. Melindungi kepala dari panas

Udara panas sangat tidak baik untuk kesehatan otak, terutama ketika kamu sedang berada di bawah teriknya sinar matahari. Para ahli menyarankan untuk memakai pakaian tertutup ketika udara sedang panas untuk melindungi kepala. Dengan memakai jilbab, maka kepala kamu akan terlindungi dari panasnya udara.

2. Melindungi kulit

Memakai jilbab dapat melindungi kulit, terutama bagian wajah, dari sinar UV matahari. Perempuan yang memiliki warna kulit putih lebih rentan terkena sunburn akibat sinar UV yang bisa membuat kulitnya jadi coklat atau terasa terbakar dan berwarna merah.

3. Membuat rambut tetap sehat

Sinar UV tak hanya dapat merusak kulit, tapi juga dapat merusak rambut. Akibatnya rambut kamu jadi kering, kusut dan rontok. Tapi jika kamu memakai jilbab, otomatis seluruh rambut kamu akan terlindungi dari panasnya sinar UV.

4. Mencegah kanker kulit

Orang yang sering terpapar sinar matahari dengan kondisi pakaian minim lebih cenderung terkena kanker kulit. Sinar matahari dapat membuat kulit kehilangan antibodi yang pada akhirnya tidak akan mampu melawan tumor yang dapat menyebabkan kanker kulit. Sementara yang selalu berpakaian terutup memiliki risiko terkena kanker kulit yang sangat rendah.

5. Membuat awet muda

Penuaan dini bisa terjadi karena kulit kehilangan elastisitasnya. Hal itu bisa disebabkan karena sinar matahari, polusi dan kurangnya proteksi terhadap kulit. Setidaknya dengan memakai jilbab, kulit kamu akan terlindungi sehingga proses penuaannya jadi sangat lambat. Kamu malah akan terlihat awet muda dengan memakai jilbab.

Itulah beberapa manfaat jilbab untuk kesehatan ukhty shalihah. Mulai sekarang kamu gak usah ragu lagi untuk mulai memakai jilbab. Selain bermanfaat untuk jiwa, jilbab juga bermanfaat untuk fisik kamu.

----------------------------------

Madani Muslim Store
Distributor Hijab Syar'i
Telp / WA : 0857 1512 8106

Mau tahu manfaat kaoskaki untuk kesehatan?Sejauh ini apa yang membuat kamu mengenakan kaos kaki? Untuk menghindari kaki ...
29/04/2019

Mau tahu manfaat kaoskaki untuk kesehatan?
Sejauh ini apa yang membuat kamu mengenakan kaos kaki? Untuk menghindari kaki belang terkena sinar matahari? Atau untuk mencegah kaki bau saat mengenakan sepatu tertutup?

Ternyata selain itu, kaos kaki memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan lho! Tidak hanya sekedar warna dan motifnya yang lucu untuk dipadupadankan dengan outfit kamu.

Semua aktivitas mulai dari berolahraga, bekerja, jalan-jalan, atau hanya keluar sebentar pasti membutuhkan kaos kaki sebagai pelindung telapak kaki. Kaki yang bermasalah tentu akan membuat kegiatan dan aktivitasmu terhambat.

Selain menjaga kaki kamu tetap bersih dan kering, kamu juga harus rutin untuk mencuci kaki, menggunting kuku kaki dengan benar, dan menggunakan kaos kaki yang bersih.

Masih penasaran apa saja manfaat mengenakan kaos kaki yang bisa kamu dapat? Berikut penjelasannya:

Mencegah Kaki Lecet

Ketika kamu mengenakan sepatu baru atau setelah seharian berdiri menggunakan high heels, pasti kamu sering kali mengalami yang namanya lecet-lecet di salah satu bagian kaki kamu.

Entah itu karena sepatu baru yang masih kaku sehingga bergesekan dengan kulit kaki kamu atau ujung sepatu high heels yang terlalu sempit, pasti rasanya sangat tidak nyaman dan perih ketika kamu berjalan. Ujung-ujungnya aktivitas kamu terhambat akibat kaki yang lecet.

Salah satu cara menghindari kaki lecet saat menggunakan sepatu adalah dengan menggunakan kaos kaki.

Bagi kamu yang bekerja dengan posisi berdiri lama, kaos kaki bisa menjadi fashion item trensi yang dapat mencegah kaki kamu bengkak dan lecet. Dengan menggunakan kaos kaki, kulit kakimu akan terhindari lecet akibat gesekan dengan dinding atau alas sepatu.

Dan tentu saja dapat menghindari kakimu dari lecet akibat benda asing lainnya jika kamu menggunakan alas kaki yang tidak tetutup, seperti sandal.

Mencegah Cedera Saat Berolahraga

Jenis kaos kaki yang kamu pilih akan memengaruhi kenyamanan, keamanan, dan bahkan performa kamu ketika berolahraga.

Fungsi utama kaos kaki olahraga adalah untuk mengurangi gesekan, menyediakan bantalan yang tepat, menjaga kaki agar tetap kering, dan semua hal yang akan menambah resiko cedera seorang atlit. Sebaiknya kamu mengenakan kaos kaki khusus untuk berolahraga ketika akan melakukan aktivitas fisik.

Pilihlah dari bahan yang menyerap keringat dengan baik. Kemampuan kaos kaki ini penting untuk menjaga kaki agar tidak bau, menjaga agar tetap kering, dan mencegah lecet. Bahan yang bisa kamu pilih adalah wol, polyester dan akrilik.

Mencegah Bau Kaki

Tahukah kamu bahwa kaki memiliki kelenjar keringat terbanyak dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain? Dilansir dari iPrice Trend, setiap kaki memiliki sekitar 120.000 kelenjar keringat, lho! Wajar saja jika setelah seharian kamu beraktifitas dengan sepatu tertutup, kaki kamu menjadi berkeringat.

Terkadang keringat berlebihan pada kaki itu dapat menimbulkan bau tidak sedap. Itulah alasan mengapa sebaiknya kamu menggunakan kaos kaki sebelum beraktifitas.

Terlebih lagi jika sepatu yang kamu gunakan menutupi seluruh bagian kaki seperti sepatu boots. Penggunaan kaos kaki dengan bahan yang menyerap keringat akan mencegah bau pada kaki.



Pelindung dari Bakteri dan Jamur

Penggunaan kaos kaki di tempat ternyata sangat penting. Semua orang dianjurkan untuk melindungi kakinya di area publik agar tidak terinfeksi jamur dan bakteri yang terbang bebas di area tersebut.

Selain melindungi kaki dari debu dan polusi, kaos kaki pun melindungi kakimu dari bakteri dan jamur. Mengalami penyakit jamur di kulit kaki sangat tidak nyaman, lho! Karena kakimu akan terasa sangat gatal sehingga mengganggu aktifitasmu sehari-hari.

Di musim hujan, sebaiknya kamu menggunakan kaos kaki anti bakteri untuk mencegah bakteri dari genangan air hujan masuk ke badan. Kaos kaki yang berbahan serat bamboo dikenal sebagai kaos kaki anti-bakteri.

Menjaga Kelembaban Kaki

Menggunakan kaos kaki di siang hari yang terik terbukti mencegah kakimu belang akibar paparan ultraviolet.

Selain itu, kaos kaki mampu melindungi kaki dari kulit kering. Kemampuan kaos kaki dalam menjaga kelembapan kulit kaki akan membuat kaki, khususnya tumit, lembab dan tidak pecah-pecah.

Kaos kaki pun sebaiknya dipakai ketika kamu tidur agar kakimu tetap lembab.

Caranya cukup mudah, gunakan pelembab setelah mencuci bersih kakimu, kemudian pakailah pelembab untuk kaki sebelum menggunakan kaos kaki.

Kelembapan kaki yang terjaga sepanjang malam akan membuat kulit kering pada kaki beregenerasi lebih cepat, sehingga kulit menjadi halus dan lembut. Lakukan perawatan ini setiap malam secara rutin untuk kulit kaki lembut dan tidak pecah-pecah.

Memberikan Rasa Hangat dan Nyaman pada Kaki

Fungsi kaos kaki lainnya bagi kesehatan adalah memberikan rasa nyaman dan hangat pada kaki. Terlalu lama duduk atau berdiri pada wanita yang bekerja akan menyebabkan kaki bengkak bahkan varises.

Terutama pada ibu hamil yang melakukan perjalanan jauh. Penggunaan kaos kaki akan meminimalisasi resiko kaki bengkak dan cedera.

Malam hari, jika biasanya kamu tidur hanya menggunakan selimut saja, kali ini coba deh pakai kaos kaki. Rasa hangat pada kaki akan memperlancar aliran darah pada kaki, sehingga membuat tidur terasa nyenyak. Tidur yang berkualitas pun akan menurunkan kadar stress pada diri seseorang.

Sumber : Tribunnews.com

-----------------------------

Madani Muslim Store
Distributor Kaos Kaki Kanik
Telp / WA : 0857 1512 8106

H-7, Persiapkan 7M Sebelum RamadhanBulan istimewa sebentar lagi hadir di tengah-tengah kita; bulan agung tak lama lagi d...
29/04/2019

H-7, Persiapkan 7M Sebelum Ramadhan

Bulan istimewa sebentar lagi hadir di tengah-tengah kita; bulan agung tak lama lagi datang menghampiri; bulan besar sebentar lagi tiba menyapa kita. Sudahkah kita siap menyambut tamu agung yang setiap tahun menghampiri kita? Tidakkah kita rindu dengan bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan berkah? Tidakkah kita kangen dengan bulan yang di dalamnya Alquran diturunkan? Apakah pintu jiwa kita tak terketuk untuk menyambut bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan? Apakah hati kita tidak tertarik untuk mempersiapkan diri menyongsong kedatangan bulan yang amalan ibadah akan dilipatgandakan melebihi bulan-bulan biasa? Apakah diri kita siap menghadapi bulan perjuangan? Ya, bulan itu adalah bulan Ramadhan yang senantiasa kita tunggu-tunggu kedatangannya. Bulan yang merupakan waktu yang tepat untuk bekerja, beramal, berkontribusi sebagai ujian untuk amalan-amalan setelahnya; bulan yang merupan momen yang tepat bagi orang muslim untuk kembali merapatkan barisan dalam bingkai keislaman yang indah dan penuh rahmat; bulan yang mengilhami setiap muslim agar selalu semangat dan antusias dalam beribadah dimana pun dan kapan pun berada.

Karena begitu agung dan besarnya bulan Ramadhan, maka sebelum kedatangannya kita harus mempersiapkan diri agar ketika sudah masuk waktu Ramadhan, kita sudah siap menyambutnya. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita memasuki bulan Ramadhan. Dalam judul tulisan di atas saya sebut sebagai: ‘7 M’ Sebelum Ramadhan. Maksudnya ialah tujuh hal yang perlu diperhatikan benar-benar sebelum kita memasuki bulan Ramadhan. Ketujuh hal tersebut ialah sebagai berikut:

Pertama: Memaknai Kembali Ramadhan

Yang dimaksud dengan memaknai kembali Ramadhan ialah kita berusaha menyegarkan kembali makna yang berkaitan dengan Ramadhan(tentunya dengan merujuk kembali kepada Alquran dan As-Sunnah). Selama ini kita menjumpai pada kebanyakan masyarakat muslim –pada sikap dan perilaku yang ditunjukkan- dalam memaknai Ramadhan ialah sebagai momen untuk melampiaskan segala amal yang dimampu. Di bulan Ramadhan banyak kita jumpai masjid-masjid menjadi penuh, orang berinfak kian menjamur, banyak sekali orang-orang yang tiba-tiba menjadi dermawan, banyak sekali orang yang jarang mengaji tiba-tiba mengaji. Kesan yang paling cepat ditangkap melihat fenomena tersebut memberikan gambaran seolah-olah Ramadhan adalah ‘pabrik pahala’ yang memacu seseorang untuk lembur sebulan penuh untuk meraup ‘keuntungan pahala’ sebesar-besarnya; seakan-akan Ramadhan menjadi semacam ‘perusahaan ampunan’ yang dikapitalisasikan sedemikian rupa untuk mendapatkan ampunan sebesar-besarnya, sehingga ketika keluar dari Ramadhan akan menjadi seperti bayi yang baru dilahirkan. Meskipun keinginan untuk mendapat pahala dan ampunan sama sekali tidak salah, tapi kalau hal itu dijadikan fokus, maka akan berdampak negatif pada amalan-amalan sesudah Ramadhan. Akibatnya banyak sekali orang yang kembali seperti sedia kala, karena merasa sekeluarnya dari Ramadhan sudah terbebas dari dosa.

Ramadhan bukanlah ‘pasar kaget’ yang kelihatan ramai dan semarak tetapi hanya bersifat sementara. Ramadhan adalah bulan istimewa yang dipilih oleh Allah sebagai semacam madrasah (sekolah) untuk menguji amal orang-orang beriman di bulan-bulan selanjutnya. Kalau kita merujuk pada ayat 183 dari surat Al-Baqarah, tujuan puasa ialah: la`allakum tattaqûn (agar kalian bertakwa). Artinya supaya amal-amal yang ada di dalamnya menjadikan kita orang bertakwa secara kontinu baik di dalam maupun di luar bulan Ramadhan. Kalau kita jeli membaca ayat-ayat yang senada dengan kata: la`allakum tattaqûn yang ada dalam Alquran, maka puasa Ramadhan hanya menjadi salah satu media untuk menjadikan manusia muslim bertakwa, media yang lebih luas untuk meraih takwa ialah dengan beribadah kepada Allah (Qs. Al-Baqarah: 21). Jadi merupakan pemahaman yang keliru jika kebanyakan orang menyangka hanya pada bulan Ramadhanlah waktu yang tepat mengaktualisasikan segenap amalan kebaikan, karena yang namanya ibadah –sebagai media untuk meraih ketakwaan- dilaksanakan bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga bulan-bulan sesudahnya. Jadi yang dimaksud dengan memaknai kembali ialah meluruskan kesalahpahaman kebanyakan orang yang menjadikan Ramadhan sebagai ajang ‘aji mumpung’ yang terbatas pada satu bulan.

Kedua: Membiasakan Diri dengan Amal

Persepsi yang salah dengan Ramadhan berakibat negatif pada cara menyambut bulan Ramadhan. Banyak orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan persiapan-persiapan –yang sejatinya- lebih banyak bersifat materil daripada spirituil. Tak sedikit yang menyambutnya dengan mempersiapkan makanan sebanyak-banyaknya; membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan; bahkan ada yang sengaja membeli petasan atau yang semacamnya supaya Ramadhan terlihat meriah. Tentu saja ini sangat bertentangan dengan kandungan nilai Ramadhan, yang prinsip utamanya ialah menahan diri dan mengontrol jiwa. Artinya puasa bukan disambut dengan melampiaskan sesuatu secara materil. Puasa justru disambut dengan kesunyian, bukan keramaian. Puasa disambut dengan amalan-amalan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Karena itulah jika kita melihat bagaimana para sahabat menyambutnya, ternyata bukan sambutan-sambutan yang menonjolkan perkara materil. Mereka menyambutnya dengan mepersiapkan diri pada enam bulan sebelum Ramadhan untuk membiasakan beramal. Sehingga ketika bulan Ramadhan datang –di samping sudah terbiasa beramal-, mereka semakin mudah untuk meningkatkan intensitas amal, sehingga ada peningkatan dari Ramadhan ke Ramadhan. Dengan membiasakan diri untuk beramal sebelum datangnya Ramadhan maka kita akan memasuki Ramadhon dengan penuh kesadaran, harapan dan siap menyambut ampunan Allah ta`âla sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallôhu `alaihi wasallam:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan (dengan penuh) iman dan harapan (meraih ridha Allah), (maka) dosa-dosanya yang telah berlalu (pasti) diampuni”(Hr. Bukhori Muslim). Masalahnya kemudian ialah: ungkinkah kita memiliki keimanan dan harapan maksimal, jika kita tidak membiasakan diri sebelum Ramadhan untuk beramal dan beramal?

Ketiga: Menanamkan Tekad yang Kuat

Yang tidak kalah pentingnya untuk dipersiapkan sebelum Ramadhan ialah: tekad yang kuat. Alquranmembahasakannya dengan kata ‘`azam’. Para Nabi dan Rasul punya yang memiliki tekad yang kuat dibanding dengan yang lainnya diistilahkan Alquran dengan istilah ‘ulul `azmi’ (yang mempunya tekad yang kuat). Tekad yang kuat akan lahir jika sebelum Ramadhan kita bisa mengetahui ilmu tentang puasa berikut keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya. Tekad yang kuat inilah yang nantinya akan menjadi energi dahsyat dalam berkarya dan berkontribusi dalam Ramadhan. Dengan tekad yang kuat, kita akan menghadapi Ramadhan dengan penuh kesadaran dan optimisme yang tinggi. Allah berfirman dalam Alquran:

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Lalu apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”(Qs. Ali Imron: 159). Kalau tekad sudah kuat dan bulat, maka upaya selanjutnya ialah segera merealisasikannya dengan amal-amalan nyata, sembari tetap menyerahkan atau mewakilkan hasilnya pada Allah ta`âla . Dengan tekad yang kuat dan disertai usaha dan menyerahkan hasil pada Allah ta`âla, bukan saja kita akan dimudahkan oleh Allah ta`âla, kita juga akan dicintai oleh Nya. Betapa bahagianya jika muslim mendapatkan cinta dari Allah subhanahu wata`ala. Kalau kita jumpai melalui litelatur sejarah bahwa para sahabat begitu semangatnya dalam menghidupkan amal dalam bulan Ramadhan, maka salah satu jawabannya ialah karena mereka mempunyai tekad yang kuat.

Keempat: Tazkiyatun Nafs (Mensucikan Jiwa)

Mensucikan jiwa (tazkiyatu al-nafsi) adalah hal yang mutlak untuk dipersiapkan sebelum Ramadhan, mengingat hanya dengan jiwa yang bersih seorang muslim bisa optimal dan maksimal dalam beribadah. Bahkan dalam Alqurandinyatakan salah satu perkara yang membuat beruntung ialah ketika manusia bisa mensucikan jiwanya. Allah ta`ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang mensucikannya”(Qs. As-Syams: 9). Kenapa beruntung? Pada dasarnya, jika manusia mempunyai jiwa yang bersih, maka dia akan dengan ringan dan mudah untuk melakukan amalan kebaikan. Ibarat komputer, kalau bersih dari virus-virus dan didukung dengan ram yang bagus, maka kerja komputer akan lancar tanpa hambatan. Jiwa yang bersi inilah pada hakikatnya yang membantu orang mukmin bekerja dengan giat dan semangat.

Bagaimana agar jiwa kita berinteraksi dengan jiwa, agar senantiasa dalam kondisi yang prima? Imam Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam magnum opusnya ‘Minhâju al-Muslim’ mengatakan ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam berinteraksi dengan jiwa, diantaranya sebagai berikut:

Taubat. Untuk mengembalikan jiwa pada kondisi primanya tentu saja kita harus mensucikannya dari noda kemaksiatan dan dosa. Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam meminta ampun dalam sehari sebanyak seratus kali. Orang yang sudah dijamin masuk surga saja seperti itu, lalu bagaimana dengan kita?

Allah berfirman dalam Alquran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(Qs. At-Tahrim: 8).

Muhâsabah (evaluasi diri). Muhâsabah berarti berusaha menghitung-hitung kesalahan dan kelebihan diri untuk masa depan yang lebih baik. Allah berfirman dalam Alquran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Qs. Al-Hasyr: 18). Imam Abu Hamid Al-Ghozali dalam kitabnya yang berjudul: Ihyâ Ulumi al-Dîn menyitir perkataan Umar bin Khottob rodiyallohu `anhu:

حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا وزنوها قبل أن توزنوا وتهيئوا للعرض الأكبر

“Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab (di akhirat), timbanglah sebelum kalian ditimbang, serta persiapkanlah diri kalian untuk ‘pameran besar’(kehidupan akhirat). Bahkan Umar menulis surat pada Abu Musa Al-Asy`ari: “Evaluasilah dirimu keti dalam kondisi lapang, sebelum datangnya masa perhitungan di waktu susah (akhirat)”. Jadi evaluasi diri merupakan hal yang sangat penting untuk jiwa agar berada pada kondisi terbaiknya.

Mujâhadah(bersungguh-sungguh). Untuk mendapatkan hasil terbaik, mau tidak mau seorang muslim harus bersungguh-sungguh. Apalagi dengan urusan yang berkaitan dengan pensucian jiwa untuk diorientasikan pada kehidupan akhirat. Allah berfirman dalam Alquran:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh pada(jalan) kami, maka sungguh akan kami tunjukkan pada jalan kami, dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang yang muhsinin(berbuat baik)” (Qs. Al-`Ankabut: 69).

Murôqobah(Merasa diawasi oleh Allah ta`ala)

Yang terakhir yang tidak kalah pentingnya ialah murôqobah yaitu sebuah kesadaran internal dari seorang mukmin bahwa Allah mengawasi segenap gerakgeriknya. Hatinya selalu on dengan Allah subhanahu wata`ala. Ia sadar betul dengan firman Allah ta`ala:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidaklah perkataan diucapkan melainkan padanya ada (malaikat) Roqib dan `Atid”(Qs. Qof: 18). Sehingga ia berusaha menjaga diri untuk tidak melakukan maksiyat dan dosa. Keimanan membuatnya sadar bahwa segala yang dilakukannya akan dipantau oleh malaikat yang bertugas mencatat amal. Ia juga ingat betul firman Allah ta`ala: “Sesungguhnya adalah Allah Maha Mengawasi kalian”(Qs. An-Nisa: 1). Itulah empat hal yang bisa membantu jiwa agar senantiasa bersih dan bisa berada dalam kondisi terbaiknya. Wallohu a`lam.

Kelima: Memanjatkan Doa

Manusia hanya bisa berusaha dan berikhtiar. Apapun hasilnya pasti Allah ta`ala yang menentukan. Hanya saja yang perlu diperhatikan dan cicamkan baik-baik ialah jangan sampai kita terlena dengan usaha yang akan kita kerahkan, khususnya jika kita mempersiapkan amal amal untuk menghadapi Ramadhan. Amal saja tidak cukup untuk mendapatkan hasil yang bagus, kita perlu ‘melibatkan Allah’ dengan cara berdo`a kepadanya. Berdoa merupakan hal sangat penting bagi mu`min. Imam tirmidzi meriwayatkan: “Berdoa adalah otak ibadah”. Artinya doa itu merupakan hal sangat penting dan inti dalam ibadah mukmin. Tetapi yang perlu ditekankan di sini ialah dalam berdoa kita harus optimis untuk dikabulkan. Nabi Muhammad shollallahu `alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim berdoa kecuali dikabulkannya. Bisa dengan dipercepat pemberiannya di dunia, bisa dijadikan tabungan baginya di akherat dan bisa juga dihapuskan dosa-dosanya setara dengan doanya selama ia tidak berdoa sambil berbuat dosa atau memutuskan silaturahmi atau meminta cepat-cepat dikabulkan.” (HR. At Tirmidzi dari Abu Hurairah). Hadits ini mengajarkan kita tetap optimis. Para sahabat dan ulama salaf tak henti-hentinya memanjatkan doa agar dipertemukan dengan Ramadhan. Sekali lagi, doa adalah hal sangat penting untuk dilakukan sebelum datangnya Ramadhan.

Keenam: Merencanakan Kegiatan

Ada ungkapan menarik berupa: Kebenaran yang tak terorganisir dengan baik, (pasti) akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dengan baik. Sangat benar ungkapan itu. Sebaik apapun i`tikad dan usaha kita dalam menyambut Ramadhan, tetapi tidak pernah kita rencanakan sebelumnya, maka akan kacau. Dengan manajemen waktu dan perencanaan yang baik, kegiatan di bulan Ramadhan akan berjalan dengan baik, terarah dan teratur. Dari sejarah para Nabi kita bisa mengambil pelajaran berharga betapa segenap urusannya sangat terencana dan teraratur dengan baik. Kegiatan rutin dan intens beliau setiap Ramadhan sudah terencana dengan baik. Di antara kegiatan beliau ialah: Membaca dan mendaras Alquran (langsung disimak Jibril), bersedekah dan berinfak melebihi hari-hari biasanya, beri`tikaf di sepuluh hari terakhir serta amalan-amalan lain yang terencana dengan baik oelh beliau. Bahkan dalam bulan Ramadhan beliau pernah mendapatkan kemenangan luar biasa dalam pertempuran Badar dan Fathu Makkah(Pembebasan Mekah). Ini tidak akan diraih –setelah izin Allah- tanpa ada perencanaan can strategi yang matang. Para sahabat pun demikian, mereka sudah punya rencana menyambut Ramadhan dengan amal jauh-jauh hari sebelum Ramadhan.

Ketujuh: Memilih Amal Unggulan

Yang terakhir dan perlu diperhatikan ialah kita harus memilih amalan unggulan apa yang kiranya nanti bisa kita laksanakan dengan baik sesuai dengan kemampuan kita. Tidak semua orang bisa melakukan segala amal; dan tidak semua orang bisa mendawami atau istiqomah dengan amalnya, maka memilih amalan yang paling bisa untuk dikerjakan dan didawami adalah perkara yang sangat penting. Dalam Alquran sendiri yang dijadikan acuan ialah bukan banyaknya amal tapi sebaik-baik amalan. Kita tidak akan mungkin mendapatkan amalan terbaik jika kita tidak mampu istiqomah dalam menjalankannya. Amalan sedikit tapi dawam lebih dicintai oleh Allah daripada banyak tapi tak dawam. Nabi bersabda:

أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amal yang paling dicintai oleh Allah ialah yang paling dawam(langgeng, istiqomah) meskipun sedikit”(Hr. Bukhari dan Muslim). Dengan memilih amalan unggulan, akan membantuh mengarahkan kita pada amal yang terbaik dan dicintai Allah ta`ala. Para sahabat pun tidak semua yang mampu mengerjakan segala amal. Ada yang spesialis beramal dalam sedekah, ada yang dalam belajar, ada juga yang beramal dalam bidang jihad perang dan lain sebagainya. Jadi menentukan sejak awal amal unggulan yang pas dengan kita akan membantuh kita dalam meraih amalan terbaik dan berkesinambungan dalam bulan Ramadhan.

Wallahu a`lam bi al-Showab.

Sumber: www.dakwatuna.com

-------------------------

Madani Muslim Store
Toko Busana Muslimah Syar'i
Telp / WA : 0857 1512 8106

Address

Jalan Telang Indah Gang 5/42H. Kamal, Madura
Bangkalan
69162

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Madani Muslim Store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Madani Muslim Store:

Share